<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keluarga Mahasiswa Antropologi FIB UGM &#187; Redaksional</title>
	<atom:link href="http://kemant.or.id/kategori/redaksional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kemant.or.id</link>
	<description>KEMANT</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 07:17:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Sebuah Warung Makan Padang Bernama KEMANT</title>
		<link>http://kemant.or.id/redaksional/sebuah-warung-makan-padang-bernama-kemant.html</link>
		<comments>http://kemant.or.id/redaksional/sebuah-warung-makan-padang-bernama-kemant.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 17:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Redaksional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kemant.or.id/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[<p>Oleh: Rudy Gunawan (Koordinator Sub-Divisi Blog MedKom KEMANT periode 2010-2011) "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah." – Minke, Rumah Kaca: 352 Pramoedya Ananta...</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Oleh:</em></strong> <em>Rudy Gunawan (Koordinator Sub-Divisi Blog MedKom KEMANT periode 2010-2011)</em></p>
<blockquote><p>&#8220;Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.&#8221; – Minke, Rumah Kaca: 352</p>
</blockquote>
<p>Pramoedya Ananta Toer &#8216;berbicara&#8217; lewat mulut Minke mengenai vitalnya jejak tertulis tak hanya dalam kehidupan pribadi seseorang, tapi juga peradaban umat manusia. Orang boleh berujar, gambar lebih bermakna ketimbang seribu kata. Namun tulisan dapat melukiskan kebudayaan manusia yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tulisan merupakan rekam jejak kebudayaan yang tak ternilai harganya.</p>
<p><span id="more-249"></span></p>
<p>Sejak baehula manusia sudah mencoba mendokumentasikan pengalaman hidupnya lewat tulisan. Dari yang paling sederhana lukisan-lukisan di gua, ukiran aksara di batu, Musa memahat Sepuluh Perintah Tuhan, para mpu berjibaku dengan lontar, orang Eropa menulis dengan bulu angsa, Gutenberg dengan mesin cetaknya, hingga penemuan termutakhir komputer di abad ke-XX. Pujo Semedi pernah berujar, kira-kira, &#8220;ingatan manusia itu terbatas, karena itu manusia harus menulis.&#8221; Manusia menulis karena ia adalah makhluk yang terbatas. Manusia juga membutuhkan lebih dari sekadar media lisan untuk mewariskan pengetahuannya.</p>
<p>Di lain pihak, perkembangan zaman selalu menuntut adanya perubahan. Lebih tepatnya adaptasi, juga menambal &#8216;lubang-lubang&#8217; kelemahan dalam bentuk sebelumnya. Ini memang pandangan yang sangat bersifat Darwinian. Dalam bentuk fisik, tulisan-tulisan sangat rentan punah terlebih lagi jika jumlahnya yang terbatas. Sejarah pernah berbicara, bagaimana sebuah warisan kebudayaan musnah akibat pembakaran perpustakaan-perpustakaan di Baghdad oleh tentara Mongol pada abad pertengahan. Saat ini manusia lebih membutuhkan sesuatu yang menyerupai kekal, hampir tak terbatas sifatnya, ketimbang buku-buku yang dicetak jutaan eksemplar.</p>
<p>Internet hadir di sana. Orang merasa tak perlu lagi pergi ke dukun untuk sekadar mengetahui penyebab sakit gigi yang dideritanya. Semua dicari di ranah daring, dalam jaringan. Internet membuat sekat-sekat dunia menjadi rubuh. Dunia yang tanpa batas tercipta di akhir abad lalu.</p>
<p>Maka tulisan pun bertranformasi dari bentuk fisik menjadi data-data yang diolah oleh komputer lalu tersebar melalui jaringan internet ke seluruh dunia. Informasi termutakhir bersliweran di &mdash;yang disebut oleh kebanyakan orang&mdash; dunia maya. Sadar atau tidak, informasi-informasi yang terunggah ke internet itu akan menjadi arsip sejarah yang sangat berharga. Tak hanya catatan-catatan masa lampau yang saat ini didigitalisasikan lagi, namun juga momen-momen sekarang yang kronologinya lewat tuts kibor di-internet-kan.</p>
<p>Empat puluh enam tahun sudah usia KEMANT. Sejak dilahirkan tepat setahun sebelum peristiwa besar Gestapu/Gestok meledak, KEMANT telah berbuat hal yang tak sedikit. Sebagian di antaranya mungkin terdokumentasi lewat tulisan, foto, video, atau hanya terekam di memori pelakunya. Namun bisa jadi sebagiannya lainnya terlupakan, juga tak tercatat.</p>
<p>Sejak beberapa tahun silam KEMANT mencoba untuk berbenah. Dokumentasinya tak lagi berbentuk cetakan fisik. Tak jua data tulisan, foto, atau video yang mendekam di dalam sebuah, atau beberapa, komputer saja. KEMANT mencoba mengejar mobilitas manusia yang bergerak cepat ke segala penjuru dunia. Atas dasar inilah didirikan Sub-Divisi Blog yang berada di bawah komando Divisi Media dan Komunikasi KEMANT. Sebuah sub-divisi yang diharapkan mampu tak hanya membuat KEMANT tak lagi seperti katak dalam tempurung, yang hanya diketahui oleh anggota-anggotanya. Sebuah sub-divisi yang menjadi media dokumentasi universal, hadir di dunia internet sehingga dapat disaksikan oleh siapa saja, termasuk mereka yang pernah memiliki kenangan manis bersamanya.</p>
<p>Beberapa tahun bergelut dengan sebuah niat sederhana itu, akhirnya pada permulaan tahun 2011 langkah pertama ditapaki dengan lahirnya situs internet ini. Situs yang masih kosong, belum terisi apa-apa. Hanya berharap pada waktu dan manusia-manusia yang mencatat pengalaman hidup kolektif mereka bersama keluarga KEMANT.</p>
<p>Perlahan tapi pasti jejak KEMANT sudah terekam dalam ranah daring, semua orang di mana saja bisa melihat perkembangannya. Maka boleh jadi KEMANT &mdash;meminjam istilah penyair Saut Situmorang&mdash; seperti <strike>tuhan</strike> warung makan Padang, ada di mana-mana!</p>
<p align="center">***</p>
<p><em>Catatan: Terimakasih kepada komputer tangguh di Laboratorium Antropologi, di mana situs ini diolah, dilahirkan, dan dirawat&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kemant.or.id/redaksional/sebuah-warung-makan-padang-bernama-kemant.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pencerahan&#8221; Dari KEMANT Untuk Dunia (Maya)</title>
		<link>http://kemant.or.id/redaksional/pencerahan-dari-kemant-untuk-dunia-maya.html</link>
		<comments>http://kemant.or.id/redaksional/pencerahan-dari-kemant-untuk-dunia-maya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 17:02:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Redaksional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kemant.or.id/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[<p>Oleh: Resa Setodewo (Koordinator Divisi Media dan Komunikasi KEMANT periode 2010-2011) Dewasa ini, media telah berkembang dengan cukup pesat. Perkembangan teknologi yang terus menerus terjadi ini membuat sebuah perubahan yang cukup signifikan....</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Oleh:</em></strong> <em>Resa Setodewo (Koordinator Divisi Media dan Komunikasi KEMANT periode 2010-2011)</em></p>
<p>Dewasa ini, media telah berkembang dengan cukup pesat. Perkembangan teknologi yang terus menerus terjadi ini membuat sebuah perubahan yang cukup signifikan. Orang-orang tidak lagi harus membaca koran dengan kertas tetapi digantikan oleh <em>e-newspaper</em>. Kita juga tak perlu repot untuk mencari informasi karena internet seakan-akan sudah menyediakan semuanya.</p>
<p><span id="more-253"></span></p>
<p>Anak-anak muda pun boleh dikatakan sangat keranjingan dengan jejaring sosial dunia maya yang dianggap mendekatkan diri mereka kepada teman-teman yang jauh, walau hal ini menjauhkan teman-teman yang dekat. Hidup mereka sudah menjadi bagian penting yang tak bisa dilepaskan dari jejaring sosial. Tragis sebenarnya, tapi hal ini juga memberikan sebuah inspirasi bagi kawan-kawan antropologi untuk membuat sebuah terobosan. Kemant sendiri melihat fenomena ini dan mencoba membuat sebuah terobosan dengan meluncurkan <em>website</em>.</p>
<p><em>Website</em> KEMANT ini ada sebagai sebuah wadah aspirasi bagi kawan-kawan Antropologi untuk berbagi dan bertutur lewat tulisan melalui dunia maya, dunia yang sekarang ini tak lagi sulit untuk di akses.</p>
<p>Melalui <em>website</em> ini juga di harapkan semua orang yang mengunjungi situs ini mendapatkan “pencerahan” tentang apa itu antropologi, dinamika apa saja yang terjadi di dalamnya, dan segala sesuatu yang berbau dengan antropologi. Tidak melulu dianggap sebagai sesuatu yang sebelah mata.</p>
<p>Semoga <em>website</em> ini juga terus menjadi wadah bagi kawan-kawan untuk terus berkarya dan bukan tidak mungkin website ini menjadi acuan penting bagi kawan-kawan lain untuk belajar segala sesuatu yang telah dibagikan dalam <em>website</em> ini. Akhir kata salam merdeka bagi kita semua!</p>
<blockquote><p><em>- &#8220;We’re young, wild, and hot-blooded but we’ll never get old or tired to make something new&#8221; -</em></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kemant.or.id/redaksional/pencerahan-dari-kemant-untuk-dunia-maya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEMANT dan Proses Evolusi</title>
		<link>http://kemant.or.id/redaksional/kemant-dan-proses-evolusi.html</link>
		<comments>http://kemant.or.id/redaksional/kemant-dan-proses-evolusi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 14:18:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Redaksional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kemant.or.id/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[<p>Oleh: Ali (Ketua KEMANT periode 2010-2011) Evolusi, sebuah kata ilmiah yang sering kita dengar dari pelajaran di dalam kelas. Arti sederhana evolusi adalah sebuah proses perubahan dari sesuatu yang sederhana menuju sesuatu yang lebih kompleks....</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Oleh:</em></strong> <em>Ali (Ketua KEMANT periode 2010-2011)</em></p>
<p>Evolusi, sebuah kata ilmiah yang sering kita dengar dari pelajaran di dalam kelas. Arti sederhana evolusi adalah sebuah proses perubahan dari sesuatu yang sederhana menuju sesuatu yang lebih kompleks. Proses evolusi selalu bertahap, seperti halnya ulat menuju kepompong untuk kemudian berkembang menjadi kupu-kupu. Esensi dari sebuah perubahan adalah meraih sesuatu yang baru dengan meninggalkan sesuatu yang lama. Seperti kupu-kupu yang terbang dan menghisap nektar setelah keluar dari kepompong, ia tak lagi merayap dan memakan daun seperti ulat.</p>
<p><span id="more-118"></span></p>
<p>KEMANT adalah sebuah organisasi mahasiswa jurusan yang lahir pada tahun 1964. 46 tahun adalah angka yang tidak kecil dalam cakupan usia. Dalam usia 46 tahun, seorang manusia memasuki tahap menuju tua. Berpikir matang dalam mengambil tindakan, memiliki banyak pengalaman, semakin terarah dalam melangkah dan belajar saat menghadapi masalah. Analogi yang terjadi pada manusia itu sedikit banyak dialami oleh sebuah institusi. Keluarga Mahasiswa Antropologi yang terlahir pada tahun 1964 telah menempuh perjalanan panjang untuk mencapai angka 46. Sebuah perjalanan yang penuh dengan perjuangan dan perubahan. Bermula dari anggota yang kuliah di lingkungan keraton yang sederhana dan apa adanya, hingga kini anggota berkuliah di kelas nyaman berpendingin ruangan.</p>
<p><em>Website</em> ini adalah indikator terjadinya evolusi dalam tubuh KEMANT. Maraknya jaringan internet menuntut eksistensi KEMANT hadir dalam ranah maya. Kami berusaha berubah dan beradaptasi dengan zaman. Seperti keluarga pada umumnya, para anggota membutuhkan sebuah sarana untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. <em>Website</em> ini diharapkan mampu menjadi ajang komunikasi dan pengembangan diri anggota KEMANT. Semoga website resmi ini memicu berbagai perubahan lain yang membawa KEMANT ke arah yang lebih maju dan lebih baik.</p>
<p>VIVA ANTROPOLOGI!</p>
<p>VIVA KEMANT!</p>
<p align="center">***</p>
<p><small><em>N.B.: Terima kasih banyak untuk Rudy Gunawan yang telah menjadi ayah, ibu, sekaligus dokter kandungan yang menangani kelahiran website KEMANT.</em></small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kemant.or.id/redaksional/kemant-dan-proses-evolusi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

